Pengertian Kreativitas




Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu mengembangkan
kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas sebagaimana
dikemukakan oleh James L. Adams (1986) :
a. Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pAndang terhadap
suatu hubungan yang baru dan berbeda antara objek, proses,
bahan, teknologi, dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga
melati dengan air teh kemudian dibotolkan menjadi teh botol yang
harum dan segar rasanya.
Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan
cara pAndang kita yang statis terhadap hubungan orang dan
lingkungan yang telah ada. Dari sini kita coba melihat mereka
dengan cara pandang yang baru dan berbeda. Orang yang kreatif
akan memiliki intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan
mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena
tersebut. Hubungan ini nantinya dapat memperlihatkan ide-ide,
produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh, kita dapat melakukan
latihan de-ngan melihat hubungan antara pasangan-pasangan :
suami-istri, kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta
manajer de-ngan buruh.
b. Pengembangan Perspektif Fungsional
Kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari
benda dan orang. Seseorang yang kreatif akan dapat melihat orang
lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan mem-bantu
menyelesaikan suatu pekerjaan. Misalnya, sering secara tidak sadar
kita menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara
palu yang kita cari tidak ketemu. Cara lain, kita harus me-mulainya
dari cara pAndang yang nonkonvensional dan dari per-spektif yang
berbeda. Sebagai contoh, cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah
kursi, buku yang Anda pegang ini, dan lain-lain.
c. Gunakan Akal
Fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan telah
dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an. Otak bagian
kanan dipakai untuk hal-hal seperi analogi, imajinasi, dan lain-lain.
Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja-kerja seperti
analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan
masalah, dan lain-lain. Meski secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam
kerjanya ia harus saling berhubungan.
Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan anlitis terhadap
pengetahuan, evaluasi dan tahap-tahap implementasi. Jadi, bila kita
ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan
kemampuan kedua belah otak kita tersebut.
d. Hapus Perasaan Ragu-ragu
Kebiasaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran
kreatif, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pemikiran Lain, Perkembangan kehidupan seseorang banyak
terpenuhi oleh hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. Banyak
orang yang menyerah dengan kenyataan-kenyataan yang
dihadapi. Bagi orang yang kreatif lebih baik belajar menerima
keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering
menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut.
2. Mencari Selamat, Dalam kehidupannya orang akan cenderung
menghindari risiko seminimal mungkin, tetapi seorang inovator
akan senang menghadapi risiko, misalnya risiko kesalahan atau
kegagalan. Bahkan kegagalan dianggap sebagai permainan yang
menarik yang dapat dijadikan guru yang baik untuk keberhasilan
di masa yang akan datang.
3. Stereotype, Sepertinya sudah ada ketentuan atau karakteristik
tertentu untuk suatu hal, begitu pula halnya akan kesuksesan
yang dapat diraih. Karena keterbatasan ini, seseorang yang ingin
melakukan suatu hal, karena asas stereotype ini, akan terlimitasi
cara pAndang dan persepsinya terhadap kemungkinan lain yang
sebenarnya dapat diraih.
4. Pemikiran Kemungkinan/Probabilitas, Guna memperoleh
keamanan dalam membuat keputusan, seseorang akan
cenderung percaya kepada teori kemungkinan. Bila berlebihan,
maka hal ini hanya akan menghambat seseorang mencari
kesempatan yang hanya akan datang sekali saja dalam
hidupnya.
5. Bagaimana Mengembangkan Sikap Kreatif
Banyak diantara kita yang merasa dirinya sangat tidak kreatif,
bagaimana juga, dalam lingkungan bisinis global, di mana perubahan
begitu cepat, organisasi dipaksa membutuhkan orang-orang kreatif yang
dapat secara efektif mengantisipasi dan tanggap terhadap perubahan.
Para peneliti yang mempelajari kreativitas mengatakan bahwa
menjadi kreatif adalah menyangkut keputusan-keputusan pribadi tentang :
1. Di dalam berwirausaha apa yang Anda inginkan?
2. Bagaimana Anda melakukan usaha tersebut?
3. Dan bagaimana Anda melakukannya dengan lebih baik?
Hal ini jelas melibatkan suatu proses, bukan saja hasil akhir.
Melainkan pula keuletan dalam menerapkan pola-pola tersebut.
Menurut para peneliti ada tiga tipe kreatif yang berbeda :
1. Jenis pertama adalah membuat atau “menciptakan.” Penciptaan
merupakan proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
2. Jenis yang kedua adalah “mengombinasikan atau menyentensiskan”
dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.
Kenyataannya, banyak penemuan yang memudahkan kehidupan kita
hari ini, seperti telepon, dan modem, diciptakan karena hasil sintesis.
Jenis yang ketiga adalah “memodifikasi” sesuatu yang memang sudah
ada. Modifikasi ini berupaya untuk mencari cara-cara untuk
membentuk fungsi-fungsi baru, atau menjadikan sesuatu menjadi
berbeda penggunaannya oleh orang lain.
Dengan berusaha lebih kreatif, Anda akan menjadi lebih sadar akan
iide-ide yang lebih produktif. Jika memilih dari jumlah ide-ide yang baik,
maka Anda akan lebih siap mengambil resiko yang perlu untuk
melaksanakan ide-ide Anda yang kreatif. Jika Anda telah mengembangkan
suatu ide yang kreatif, mungkin resiko tertentu akan menyertai
pelaksanaannya karena pengambilan resiko dan kreativitas merupakan
dua ciri bagi para Wirausaha.
Adapun kiat atau saran-saran khusus yang bisa digunakan untuk
dapat membantu mengembangkan sikap kreatif Anda adalah sebagai
berikut :
1. Tentukan Apa Yang Anda Inginkan, seperti mengambil waktu untuk
memahami permasalahan sebelum mencoba memecahkannya,
kumpulkan seluruh fakta dalam benak, dan cobalah identifikasi faktafakta
yang paling penting.
2. Rilek, beberapa teknik rileksasi di antaranya termasuk menjernihkan
pikiran, mendengarkan alunan suara yang indah, meditasi,
mendengarkan humor dari orang lain, berhenti sejenak memikirkan
segala permasalahan untuk kembali kemudian.
? Latihlah Otak Anda, aktivitas yang termasuk di dalamnya adalah
keluarkanlah semua gagasan tanpa harus menyebutkan
pemecahannya terlebih dahulu, latihan berkonsentrasi pada isu
tunggal, cobalah memikirkan penyelesaian-penyelesaian unik terhadap
masalah masalah pribadi atau masalah-masalah kerja Anda dan
latihlah cara menerima kurangnya kendali.
? Mencari Cara melakukan sesuatu dengan lebih baik, cara ini
melibatkan upaya-upaya orisinal, menjaga keterbukaan pikiran,
berpikir dengan cara yang tidak konvensional untuk menggunakan
objek dan lingkungan (sebagai contoh bagaimana Anda dapat
menggunakan headline surat kabar atau majalah untuk membantu
Anda menjadi pemecah masalah yang lebih baik), tundalah
menggunakan cara-cara biasa dalam mengerjakan sesuatu dan lainlain.
? Carilah Cara untuk Mengatasi Masalah, hal ini dapat diikuti dengan
mematok waktu untuk fokus pada masalah, mengerjakan rencana,
menyusun subtujuan, mengingat kembali masalah-masalah serupa
dan bagaimana dahulu Anda memecahkannya, sejauh mungkin
menggunakan analogi-analogi, menggunakan strategi pemecahan
masalah yang berbeda baik secara verbal, visual, matematis, atau
diagram-diagram, percayalah pada intuisi Anda, dan bermainlah
dengan gagasan-gagasan dan pendekatan yang mungkin (dari
perspektif yang berbeda).
Menurut pendapat Kao (1989), ada beberapa hal yang dapat
menumbuhkan bahkan mengembangkan pemikiran kreativitas dilihat dari
prilaku seorang Wirausaha, sebagai berikut :
a. Menciptakan struktur organisasi terbuka dan desentraslisasi,
b. Mendukung budaya yang memberi kesempatan atas percobaan,
c. Menekankan pada peran dari pemegang atau juara,
d. Tersedianya semua sumber atas sesuatu inisiatif baru,
e. Mendorong sikap eksperimental,
f. Berikan kebebasan,
g. Tanpa bebas waktu,
h. Memberikan hal-hal yang berhasil,
i. Hindari mematikan ide-ide baru,
j. Singkirkan birokrasi dari pengalokasian sumber,
k. Beri penghargaan atas suatu keberhasilan,
l. Ciptakan budaya pengambilan resiko,
m. Kurangi hal-hal yang bersifat administratife,
n. Memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan,
o. Komunikasi efektif pada semua tingkatan, dan
p. Delegasikan tanggung jawab untuk mulai tugas baru.
Dari hasil observasi menunjukkan bahwa para Wirausaha yang
melakukan bisnisnya dengan kreatif tidak terbenam dalam cara kerja yang
bertele-tele serta tidak menghabiskan waktu untuk perencanaan yang
tidak perlu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar